Berbagai turnamen online pun diadakan oleh berbagai pihak untuk mengisi waktu di kala pandemi. Dari sini kita tahu bahwa bermain game ternyata juga memiliki manfaat jika dilakukan secara profesional dengan menjadi atlet e-sport. Dan inilah yang membedakan antar gaming dan eSport. Jika gaming adalah rekreasi maka eSport adalah sebuah profesi. Dikatakan profesi karena bisa menghasilkan bagi seseorang dengan menjadi Streamer dan Youtuber.
Peluang lain yang dapat dijajaki dalam dunia e-sports antara lain menjadi pelatih (coach) tim e-sports, manajer tim, caster (komentator) kompetisi, team owner (jika memiliki dana yang mumpuni), dan beberapa peluang lainnya. Untuk menggapai hal-hal tersebut pastinya dibutuhkan niat, tekad, dan kerja keras yang harus dilakukan untuk menggapainya. Bahkan menjadi kebanggaan tersendiri ketika menjadi atlit eSport mewakili propinsi bahkan mewakili negara dalam ajang nasional maupun internasional.
Adanya penghasilan dan ajang sampai tingkat internasional yang bisa didapatkan melalui game membuat stigma negatif mengenai game perlahan mulai berkurang sedikit demi sedikit. Game yang sebelumnya dianggap sebagai hal yang membuang-buang waktu ternyata bisa menjadi ladang pencaharian bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda.
Melihat kondisi dan perkembangan ini, maka Esport sendiri perlu dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam salah satu kegiatan ektrakurikuler sekolah di tengah kondisi pandemi dengan terbatasnya tatap muka secara langsung di sekolah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, dinyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan peserta didik di luar jam belajar, kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan (Lestari, 2016).







Tinggalkan Balasan