Lalu, apa yang meningkatkan risiko terjadinya hidrosefalus pada bayi? Hidrosefalus dapat terjadi karena adanya kelainan genetic, kelainan pertumbuhan otak, kelainan pertumbuhan tulang belakang, infeksi saat kehamilan, infeksi selaput otak pada bayi, stroke, cedera kepala, dan tumor.

Perlu diperhatikan bahwa Sebagian besar infeksi pada kehamilan dan infeksi selaput otak pada bayi dapat dicegah melalui imunisasi, tidak mengkonsumsi daging dan sayuran mentah. Kemudian, kelainan pertumbuhan tulang belakang dapat dicegah dengan rutin konsumsi asam folat selama kehamilan. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan control kehamilan secara rutin, menjalankan imunisasi lengkap sesuai jadwal pemerintah, serta menjalani pola hidup bersih dan sehat.

Sebagian bayi dengan hidrosefalus sebenarnya sudah bisa diketahui dengan melakukan USG kehamilan. Setelah bayi lahir, bayi akan diperiksa oleh dokter bedah saraf dan dilakukan pemeriksaan USG, CT-Scan, atau MRI. Pemeriksaan ini bertujuan melihat kondisi otak, mengetahui kemungkinan penyebab hidrosefalus serta menilai keparahan kondisinya. Dari hasil pemeriksaan tersebut dokter bedah saraf akan menentukan apakah bayi memerlukan Tindakan operasi.