Dia menambahkan, jika laboratotium ingin diambil alih, silahkan. Tetapi operasional laboratorum tetap berjalan, dengan dua metode yang digunakan. Yakni metode Poll Test, dan pelayanan tidak dihentikan.
“Jika tidak diambil alih, kenapa namanya harus diganti? Kami FAN yang menggagas tidak meminta nama apa-apa. Karena kami tidak peduli dengan nama. Hanya tolong perhatikan masyarakat kita,” tandasnya.
Sementara Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa mengapresiasi inisiatif FAN dan Undana serta Pemprov NTT yang mengagas dan menghadirkan Laboratorium Biomolekuler Kssehatan Masyarakat di RS Undana Kupang.
“Kita apresiasi inisiatif baik dari FAN dan pemerintah provinsi NTT serta Undana. Harapan kita dan rakyat NTT agar lab tersebut harus segera beroperasi kembali untuk melayani masyarakat,” tandasnya.
Kadis Kesehatan Kota Kupang Tidak Hadir
Dalam RDP tersebut, anggota DPRD NTT, Ana Kolin menegaskan, dirinya sangat menyayangkan sikap Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Retnowati yang tidak menghadiri RDP, dan diwakili dr. Trio, yang merupakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kota Kupang.



Tinggalkan Balasan