Ketika sedang menjalani pengobatan di kampung, perusahaan mengirimkan uang sebesar Rp500.000 untuk berobat. Ia menuturkan sempat menolak karena jumlahnya terlalu besar, namun istri menerimanya karena menganggap sakit yang ia derita butuh biaya pengobataan secara tradisional.

“Saat konfirmasi, mereka bilang uang itu Bos di Manado yang kirim. Saya berpikir uang itu terlalu besar, karena biasanya setiap kali pegawai sakit, uang yang diberikan untuk berobat hanya sekitar Rp100.000,” tuturnya.

Akhirnya Rofinus pun berobat di Manggarai. Namun pengobatan tersebut belum membuahkan hasil maksimal, akhirnya dia memutuskan berobat ke Makasar hingga sembuh.

Saat kembali dari Makassar, dia merasa sudah sembuh dan kembali bekerja seperti biasanya. Hari pertama anak Bos memperbolehkan dirinya bekerja, namun dia mengarahkan Rofinus untuk kembali melakukan terapi tradisional dan pergi Romo Ompy di Ruteng.

“Tiga hari setelahnya saya bekerja normal. Tiba-tiba dia memberhentikan saya dengan alasan karena perusahaan sepi. Saya kaget padahal bapaknya tidak pernah memecat karyawan walaupun perusahaan sepi,” ungkap Rofinus.