Saat ditarik oleh petugas, ia sedang menundukan kepala dan seketika pukulan bertubi-tubi menghujam kepala dan mukanya sambil menyeretnya ke mobil patroli.

Seketika, darah mengucur membasahi wajah dan baju. Bahkan di mobil patroli pun dirinya diancam mau dipukul dengan senjata.

Kata Emanuel, seorang petugas Satpol PP kemudian mengambil air mineral dan plester luka di kiosnya lalu membasahi wajahnya dan menutupi lukanya.

Darah terus mengucur deras dan plester luka terlepas namun petugas tetap membawanya di mobil, sambil terus melakukan razia terhadap beberapa kios dan tempat pesta di belakang Rutan Maumere.

“Di belakang kompleks Rutan Maumere ada beberapa kios yang masih buka tapi petugas menegur secara baik-baik, mengambil gambar dan mendata. Bahkan ada beberapa warga yang sedang berkumpul karena ada pesta tapi hanya ditegur saja,” sesalnya.

Emanuel bertanya-tanya kenapa perlakuan terhadap dirinya sangat kejam sementara yang lainnya hanya ditegur saja bahkan ada kios di samping Polres Sikka yang masih buka pun hanya ditegur saja.