“Tangan istri saya dihempas dari badan saya dengan sedikit kasar oleh Kasat Pol PP dan saya berusaha mau memeluk istri saya. Mereka lalu menarik lengan baju saya,” bebernya.

Saat ditarik oleh petugas, ia sedang menundukan kepala dan seketika pukulan bertubi-tubi menghujam kepala dan mukanya sambil menyeretnya ke mobil patroli.

Seketika, darah mengucur membasahi wajah dan baju. Bahkan di mobil patroli pun dirinya diancam mau dipukul dengan senjata.

Kata Emanuel, seorang petugas Satpol PP kemudian mengambil air mineral dan plester luka di kiosnya lalu membasahi wajahnya dan menutupi lukanya.

Darah terus mengucur deras dan plester luka terlepas namun petugas tetap membawanya di mobil, sambil terus melakukan razia terhadap beberapa kios dan tempat pesta di belakang Rutan Maumere.

“Di belakang kompleks Rutan Maumere ada beberapa kios yang masih buka tapi petugas menegur secara baik-baik, mengambil gambar dan mendata. Bahkan ada beberapa warga yang sedang berkumpul karena ada pesta tapi hanya ditegur saja,” sesalnya.

Emanuel bertanya-tanya kenapa perlakuan terhadap dirinya sangat kejam sementara yang lainnya hanya ditegur saja bahkan ada kios di samping Polres Sikka yang masih buka pun hanya ditegur saja.

“Semalam saya sempat pusing saat tiba di Polres Sikka karena darah mnegucur terus. Saya dibawa ke rumah sakit untuk djahit luka robek di pelipis mata saya. Sampai sekarang saya masih sulit membuka mata saya sehingga tidak bisa membuka bengkel motor saya,” ucap Emanuel.

Sementara Novayanti Alfrida Piterson, istri dari Emanuel Manda yang menyaksikan langsung suaminya dihajar Satgas menuturkan, usai digebuk suaminya diangkat dan dan dibuang di atas mobil patroli.

“Usai pukul suami saya, mereka buang dia ke atas mobil patroli lalu dibawa dengan paksa keliling permukiman warga. Mungkin niat mereka, supaya menakut-nakuti warga. Atau petugas gabungan ingin supaya darah yang ada pada pelipis mata dan dahi itu, keluar terus supaya suami saya mati perlahan-lahan. Atau entah apa maksud mereka. Pokoknya terlalu sadis mereka perlakukan suami saya,” kisah Nova per telepon Kamis, (8/7/2021).