Emanuel pun menegur adiknya, dan menanyakan kenapa kios tersebut belum ditutup, padahal sudah lewat pukul 20.00 Wita. Ia lalu bergegas menutup kios bersama adiknya. Namun baru sebagian pintu kios ditutup, patroli gabungan Covid-19 tiba di tempat usahanya.
“Seorang petugas yang mengaku komandan memanggil saya sambil berteriak woe woe sini kau. Saya memalingkan muka melihat dia tapi karena tangan saya tersangkut di gantungan sandal,saya berusaha memperbaiki gantungan sandal dahulu,” terangnya.
Lanjut Emanuel, komandan tersebut tetap berteriak memanggilnya sembari berkata kau melawan, kau bajingan, kau preman ka, sambil menanyakan kenapa dirinya tidak memakai masker.
Ia pun menjelaskan kepada petugas, dirinya baru tiba dan melepas masker karena hendak menutup kios, seraya tangannya menunjukan maskernya yang digantung di dinding.
Petugas tetap tidak mau mendengar penjelasannya, bahkan terus membentak dirinya dan saat bersamaan isterinya pun ke luar memeluknya untuk mencoba melerai.
“Tangan istri saya dihempas dari badan saya dengan sedikit kasar oleh Kasat Pol PP dan saya berusaha mau memeluk istri saya. Mereka lalu menarik lengan baju saya,” bebernya.



Tinggalkan Balasan