“Bapak, Nani pergi ya,” ujar Adrianus menirukan ucapan perpisahan Nani kala itu.

Belum sempat membalas kalimat perpisahan Nani, mobil sudah melaju kencang.

Ayah Nani hanya melambaikan tangan,  sembari berkata dalam hati, “Tuhan, jaga dia”.

Mobil yang ditumpangi Nani pun perlahan menghilang dari pandangan Adrianus.

Pria paruh baya itu pun kembali ke rumahnya, tanpa berpikir bahwa akan ada musibah yang dialami keluarganya.

“Tidak ada firasat sama sekali kalau anak saya akan alami musibah,” ujar Adrianus menahan tangis.

“Sorenya saya telpon, ‘Nak su sampai ko belum, dia jawab,  sudah sampai bapak, lalu saya bilamg,  baik sudah kalau sudah sampai dengan selamat, baik – baik di sana ya, kemudian saya matikan telepon,” imbuhnya.

Adrianus tak menyangka, komunikasi tersebut merupakan percakapan terakhir dengan buah hatinya.

Kabar tentang hilangnya Nani Welkis akhirnya tiba di telinga Adrianus. Dia dan keluarga besar Welkis serta seluruh kerabat mencari putri kesayangannya,  namun tidak membuahkan hasil.