“Dia (Nani) pulang terus dia bilang saya pulang bantu bapa donk kerja sayur sa, saya bilang tidak apa – apa kalau begitu, kebun juga besar ini,” ungkap Adrianus mengenang saat terakhir bersama anaknya Nani.
Nanum selang beberapa hari, Nani memberitahukan kepada ayahnya kalau Ia sudah mendapat pekerjaan baru dengan gaji yang cukup baik.
“Saya tanya kerja apa, di mana. Terus Nani bilang di Osmok, kerja hanya tulis- tulis saja, di gudang,” terang Adrianus.
Ternyata, pelaku pembunuhan itu yang mengiming – imingi pekerjaan melalui media sosial (Facebook).
Adrianus sempat mengkhawatirkan pekerjaan itu karena jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal Nani.
Namun, Nani meyakinkan ayahnya bahwa semua pasti baik – baik saja. Dan ayahnya pun akhirnya mengijinkan Nani untuk pergi.
Ketika itu, Ayah Kandung Nani, Adrianus Lie Welkis, hanya membekali Nani dengan beras seadanya, dan beberapa lembaran uang, karena Nani akan mengadu Nasib di kota Kupang untuk membantu keluarga.
Nani diantar ayahnya ke mobil travel yang menunggu di depan rumah. Tak banyak kata yang diucapkan saat itu.



Tinggalkan Balasan