Kupang, KN – Drama tragis kasus pembunuhan berantai di Kupang akhirnya terungkap. Dalang sekaligus pembunuh para korban telah dibekuk aparat Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur.
Pelaku bernama Yustinus Tanaem alias Tinus mengaku telah menghabisi dua nyawa sekaligus dan dibuang di lokasi yang berdekatan di Batakte, Kupang Barat.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, pelaku bahkan sudah memperkosa 5 orang. 3 di antaranya berhasil pulang dengan selamat karena menuruti permintaannya.
Sedangkan 2 lainnya yaitu Marselina Basa dan Yuliani Apriani Welkis dibunuh, karena menolak menuruti permintaan dan kemauan nafsu birahi sang pelaku.
Modus pelaku adalah dengan mengunggah lowongan pekerjaan di media sosial facebook. Ketika ada yang ingin bekerja, maka pelaku dengan sigap memfasilitasi para korban. Namun itu hanya tipuan dari pelaku, untuk bisa menyalurkan nafsu birahinya.
Pelaku yang merupakan seorang sopir mobil truk itu menggunakan gambar-gambar kudus pada media sosial facebooknya “Ary Tyo Tyo” untuk mengelabui para korban.
Salah satu wanita yang menjadi korban perbuatan Yustinus Tanaem adalah Yuliani Apriani Welkis, atau Nani Welkis. Dia adalah gadis sederhana yang tinggal di Desa Neolmina, Kabupaten Kupang.
Nani dikenal sebagai gadis yang sangat sederhana, ramah, dan suka bekerja keras. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk membantu orang tua dan adik-adiknya.
Karena itu, sebelum dinyatakan hilang, Nani pamit untuk mencari pekerjaan di Kupang, agar kelak bisa membantu membiayai kebutuhan keluarga di dalam rumah.
Bahkan, Nani juga sempat meminta ijin dan berjanji kepada sang ayah untuk membantu ayahnya membangun rumah, sebagai tempat tinggal mereka.
Alasannya sangat sederhana, karena rumah yang ditempati saat ini berukuran kecil dan lebih menyerupai sebuah gubuk sebenarnya, serta tidak layak dihuni oleh semua anggota keluarga.
Nani Welkis merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, buah cinta Adrianus Lie Welkis dan Helena Husnawati Baba.
Sebelum terjadi musibah yang menimpa Nani Welkis, gadis kecil ini bekerja di Kota Kupang, namun kembali ke kampung halamannya di desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kota Kupang.







Tinggalkan Balasan