“Saya masih ingat, waktu awal COVID-19, biaya rapid Rp150 ribu, sekarang naik hingga Rp250 ribu. Ini perlu ditertibkan agar pihak swasta tidak seenaknya menaikan harga,” tegas Alfred.
“Jangan ‘berbisnis’ di tengah musibah, itu kejahatan kemanusiaan. Jangan Bikin Susah Rakyat, Cukup Seroja dan COVID-19 Saja,” imbuhnya.
Wakil rakyat dari Partai NasDem ini mengatakan, pihaknya sangat mendukung kebijakan Gubernur NTT, Viktor Laidkidat pada bulan Oktober 2020 lalu, yang menggratiskan biaya rapid test.
“Saya sangat mendukung kebijakan Bapak Gubernur, karena masyarakat sudah susah akibat COVID-19 dan Badai Seroja, jangan dibikin susah lagi dengan biaya rapid test,” ungkapnya
Apalagi kelihatannya hanya formalitas. Test rapid tapi mengabaikan protokol kesehatan, di pelabuhan itu orang – orang berkerumun untuk rapid test. Ini konyol namanya,” tambah Alfred.
Dia berharap, dalam masa pandemi dan masa sulit akibat badai Seroja, pemerintah mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. (MBN/KN)





Tinggalkan Balasan