Ba’a, KN – Badai Seroja baru saja berlalu namun meninggalkan luka yang cukup mendalam. Sementara COVID-19 masih tak kunjung usai.

Semua sendi kehidupan masyarakat menjadi lumpuh. Ekonomi kian terpuruk.

Di tengah kesulitan hidup, masyarakat terus berusaha untuk bangkit walau tertatih.

Namun di saat yang sama, masyarakat mengeluh lantaran kebijakan pemerintah terkait wajib rapid test di pelabuhan Bolok terkesan mengesampingkan kondisi ekonomi masyarakat yang “babak belur”.

“Sudah banyak sekali pengeluhan masyarakat kami terima. Mereka (masyarakat, red) sangat terbebani, misalkan perjalanalan Kupang Rote, tiket Rp50 ribu, rapid Rp250 ribu, miris sekali,” kata Ketua DPRD Rote Ndao, Alfred Saudila, Kamis (29/4/2021).

“Perlu diketahui bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan melalui pelabuhan laut ini masyarakat ekonomi menengah ke bawah, karena itu perlu ada kebijakan pemerintah yang berpihak kepada mereka,” imbuhnya.

Lebih lanjut Alfred mengatakan, pihaknya sangat mendukung pemerintah dalam memerangi COVID-19 tetapi harus tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.