Peran aktivis dalam upaya pembangunan politik sangatlah urgen. Dalam sejarah, aktivis mahasiswa telah terbukti tampil sebagai aktor perubahan dalam masyarakat. Semangat para “mahasiswa sejarah” ini tentunya perlu diteladani oleh para aktivis mahasiswa dewasa ini. Posisinya sebagai kaum intelektual dengan kekahasan jati dirinya merupakan modal dasar dalam kiprah dan perannya sebagai aktor transformasi dalam masyarakat. Keterlibatan mahasiswa sebagai kaum intelektual perlu diarahkan dalam upaya transformasi dalam sistem politik di Indonesia. Membangun priadi yang berwatak demokratis, bersikap kritis terhadap persoalan sosial-politik.

Perjuangan untuk membeaskan kaum tertindas berarti berjuang bersama , dan bukan berjuang untuk kaum tertindas. Sebenarnya para pemimpin harus memperlakukan kaum tertindas sebagai subjek yang mampu berpikir, bukan objek. Para pemimpin menaruh kepercayaan terhadap kaum penindas. Aktivis mesti berjuang aktif bersama kaum tertindas dalam pembebasannya. Berjuang bersama kaum tertindas tidak semestinya mengadakan revolusi untuk menyingkirkan para para penindas tetapi melalui dialog dalam mana demokrasi menjadi cara hidup. (*)