Dalam wadah PMKRI Cosmas Batubara memiliki semangat spiritualitas pada tiga benang merah PMKRI yaitu Kristianitas, Intelektualitas dan Fraternitas sebagai nilai-nilai dasar bagi seorang kader mahasiswa katolik.

Salah satu kualitas pribadi aktivis Cosmas Batubara adalah kesetiaan dan tanggung jawab. Kesetiaan dan tanggung jawab bukan kata-kata yang hampa namun dua sisi dari keping komitme yang diuji pada saat-saat genting, beresiko dan berbahaya. Kesetiaan dan dan tanggung jawab bukan sikap diam dan pasif, melainkan sikap proaktif untuk mengupayakan, memperbaiki dan mengembangkan.

“Ajakan Untuk Mencari Makna dari Aktivis Cosmas Batubara Adalah Ajakan Yang Sangat Menantang. Ketika Para Aktivis sudah “Seprah Jalan” , Dan Diajak Untuk Mencari Makna Dari apa Yang Akan Dilakukan, Maka ini Bukan Hal yang Mudah.(Cosmas Batubara)

Kader PMKRI Milineal

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di berbagai cabang yang ada di seluruh Indonesia, Mahasiswa PMKRI memperoleh tempat khusus karena dianggap sebagai masa depan Gereja dan Bangsa. Organisasi PMKRI merupakan wadah bagi kaum muda untuk berproses secara gemilang  menjadi seorang kader muda Katolik yang memperjuangkan keadilan bagi masyarakat yang tertindas. Persoalan-persoalan kemasyarakatan biasanya menjadi bahan-bahan yang aktual untuk didiskusikan oleh mahasiswa aktivis dalam memecahkan suatu persoalan. Oleh karena itu organisasi-organisasi kemahasiswaan yang ada termasuk PMKRI merupakan wadah yang cocok bagi para mahasiswa untuk memberi diri dan belajar bagaimana memahami dan mengerti persoalan-persoalan kemasyarakatan.

Dengan kehadiran organisasi kemasyarakatan pemuda, khususnya organisasi ekstra universiter, seperti PMKRI mempunyai peran penting bagi aktivis PMKRI sebagai wadah pelatihan dan kaderisasi serta wahana partisipasi mahasiswa Katolik dalam membangun untuk terwujudnya suatu masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur. “You are the students of problem” (kalian adalah mahasiswa-mahasiswa persoalan). Adalah suatu Idealisme Popper hendaknya menjadi penggugah kesadaran akademis sebagai kaum muda yang tidak hanya idealis secara konseptual dan teoritis di atas kursi akademis, tetapi berani bersifat kritis, peka dan tanggap, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap realitas sosial. Mahasiswa persoalan yang dikemukan Popper setidaknya berbanding lurus dengan Visi dan Misi PMKRI sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan. Pembinaan dan perjuangan secara organisatoris, PMKRI merupakan wadah pembinaan dan perjuangan bagi kaum cendikiawan muda Katolik. Hal ini mau mengofirmasi bahwa eksistensi PMKRI tidak bisa terlepas dari adanya mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang bergabung dan berjuang bersama PMKRI, dituntut untuk mampu menjadi mahasiswa kritis, dan bukan mahasiswa apatis.