Aktivis Milineal
Seorang filsuf berkebangsaan Wina Australia, Karl Raymond Popper pernah berkata demikian: “You are the Student of Problem” (Kalian adalah mahasiswa-mahasiswa persoalan). Dari pernyataan di atas, Popper mengidealkan seorang pelajar berkualifikasi kritis, peka dan tanggap terhadap realitas sosial yang sedang terjadi di masyarakat. Idealisme Popper ini hendaknya menjadi penggugah kesadaran akademis kita sebagai masyarakat ilmiah yang tidak hanya ideali secara konseptual dan teoritis di atas kursi akademis, tetapi berani bersikap kritis, peka dan tanggap, baik terhadap diri sendirimaupun terhadap realitas sosial. Meskipun Popper berbicara dalam konteks filsafat, namun apa yang ditulisnya berlaku juga untuk para mahasiswa. Yang ingin ditekankan adalah keterlibatan mahasiswa dalam memberikan solusi ata persoalan-persoalan yang sedang dihadapi masyarakat dengan aneka problematikanya. Dengan demikian, seorang mahasiswa menjalankan fungsi sebagai jembatan penghubung antara lembaga pendidikan (kampus) dan dengan masyarakat.
Lebih jauh dapat disaksikan bahwa aktivis mahasiswa berada pada lingkungan organisasi yang notabene melakukan analisis-analisis terhadap perkembangan perpolitikan nasional. Maka lewat lingkungan organisasi ini dapat dipahami bahwa hal itulah yang memberikan pengalaman kepada aktivis mahasiswa untuk melakukan berbagai cara dalam memperjuangkan bermacam perubahan mengenai persoalan kenegaraan. Demonstrasi, unjuk rasa, dan sejenisnya merupakan respon dari keadaan yang terjadi dalam suatu lingkungan politik. Sebagaimana yang dikatakan Claasen dan Highton, bahwa kemampuan merespon merupakan salah satu fungsi kesadaran politik (yang memudahkan penerimaan), dimana dengan kesadaran yang lebih secara politik dapat merubah keadaan.
Aktivis tidak terikat dengan lingkungan kekuasaan politik tertentu. Maka aktivis adalah kelompok intelektual yang independen dari lembaga politik tertentu. Gerakan politik mahasiswa berada di luar struktur dan lembaga politik. Mahasiswa adalah kekuatan kritis yang bekerja di luar sistem tetapi kiprah mereka selalu berorintasi pada perubahan sistem.







Tinggalkan Balasan