Lebih jauh dapat disaksikan bahwa aktivis mahasiswa berada pada lingkungan organisasi yang notabene melakukan analisis-analisis terhadap perkembangan perpolitikan nasional. Maka lewat lingkungan organisasi ini dapat dipahami bahwa hal itulah yang memberikan pengalaman kepada aktivis mahasiswa untuk melakukan berbagai cara dalam memperjuangkan bermacam perubahan mengenai persoalan kenegaraan. Demonstrasi, unjuk rasa, dan sejenisnya merupakan respon dari keadaan yang terjadi dalam suatu lingkungan politik. Sebagaimana yang dikatakan Claasen dan Highton, bahwa kemampuan merespon merupakan salah satu fungsi kesadaran politik (yang memudahkan penerimaan), dimana dengan kesadaran yang lebih secara politik dapat merubah keadaan.
Aktivis tidak terikat dengan lingkungan kekuasaan politik tertentu. Maka aktivis adalah kelompok intelektual yang independen dari lembaga politik tertentu. Gerakan politik mahasiswa berada di luar struktur dan lembaga politik. Mahasiswa adalah kekuatan kritis yang bekerja di luar sistem tetapi kiprah mereka selalu berorintasi pada perubahan sistem.



Tinggalkan Balasan