“Tidak ada kata yang dapat mewakili perasaan kami, selain mensyukuri berkat kehidupan yang Tuhan berikan. Terima kasih untuk kondisi seperti ini. Terima kasih untuk kehadiran negara bagi pengabdian kami. Sejarah mencatat bahwa kami pernah berada dalam kondisi ini, dan kami berharap biarlah kondisi seperti ini hanya kami yang mengalaminya dan berakhir hanya pada kami,” tulisnya lagi.

Andre Koreh melanjutkan, terlalu mahal, nilai pengabdian selama puluhan tahun yang diberikan bagi negara, jika harus dihapus begitu saja atas alasan apapun, apalagi hanya karena ketidak sukaan.

Kekuasaan yang Tuhan berikan hendak membuat banyak orang menjadi sejahtera, bangkit dari keterpurukan dan mengalami sukacita. Bukan untuk menzalimi, apalagi dipakai secara sewenang-wenang. Karena pemerintah itu berbeda dengan kerajaan, dan pemimpin itu berbeda dengan penguasa.

“Apapun itu, hidup akan tetap berlanjut karena jabatan hanya ladang pengabdian. Maka setiap masa ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin ada masanya. Salam sukses buat kita semua,” tandas Andre Koreh. (EK/AB/KN)