Tujuannya untuk mengembalikan memori masyarakat Suku Bajo terkait tradisi dan kebudayaan dalam mempererat hubungan sosial budaya antar etnis masyarakat dan menunjukan kesadaran ekologis.
“Selain mengeksplor kembali momori tradisi, adat dan budaya Suku Bajo, tetapi juga menjadi sarana belajar, memajukan kreatifitas pengembangan diri bagi anak muda, untuk memahami budaya dan sejarahnya,” jelas Matheus
Kata Matheus, Film pendek Bajo dan pentas seni saat hari Statement 7 Maret untuk mengingatkan rakyat Lembata tentang momentum sejarah 7 Maret 1954, dimana awal perjauangan rakyat Lembata hingga menjadi kabupaten sejak 12 Oktober 1999 dalam spirit “Ta’an Tou” yang berarti satu kesatuan.
“Lembata harus menjadi satu kesatuan yang utuh tidak akan terpisahkan, baik suku, agama, ras dan golongan. Lembata harus menjadi ‘rumah’ bagi seluruh suku atau etnik tanpa terkecuali. Semoga film Bajo dan pentas seni ini, mendorong rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Lembata,” ungkap Matheus.
Dengan demikian, Matheus berharap semua pihak dapat berpartisipasi mendukung kreatifitas anak Lembata. bahwa anak muda dan Suku Bajo beserta pentas seni yang dibawahkan nanti, merupakan salah satu bagian kecil dan cara dalam membangun Lembata yang sebenarnya.





Tinggalkan Balasan