Selain itu, Orient mengatakan terpanggil pulang ke Sabu Raijua karena amanat orang tuanya bahwa, ketika sukses, tidak boleh lupa membangun kampung halaman.

“20 tahun saya bekerja dan mencari pengalaman di negara orang, tetapi mengingat pesan orang tua saya bahwa harus kembali dan membangun kampung. Ini yang membuat saya pulang,” katanya.

Secara pribadi, ia merasa prihatin melihat kondisi Sabu Raijua yang sangat terbelakang dari Kabupaten lain, meski sudah 12 tahun terbentuk menjadi Kabupaten.

“Banyak terjadi korupsi di mana-mana, pembangunan mangkrak, BBM yang sulit dan mahal. Untuk mendapat BBM saja orang harus mengantri sampai berkilometer, pendidikan tertinggal, kesehatan masyarakat yang tidak diperhatikan, tingkat kemiskinan yang terus meningkat sedangkan PAD terus menurun, dan lain sebagainya,” tutup Orient. (EK/AB/KN)