Kupang, KN – PT. Bank Pembangunan Daerah (Bank NTT) kembali hadir di hati masyarakat NTT khususnya bagi mereka yang berprofesi sebagai petani jagung.
Bank NTT sebagai bank milik pemerintah daerah telah terlibat langsung dalam ekosistem pembiayaan program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi).
Direktur Utama (Dirut) Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho menegaskan, pelaksanaan program TJPS tidak mengalami kendala, terutama dalam sistem pembiayaan
Menurutnya, Bank NTT bersama Bank BUMN lainnya akan menyiapkan akses pembiayaan yang berbasis KUR maupun non KUR dengan menerapkan prinsip murah, mudah, dan cepat.
Untuk menyukseskan program TJPS, Bank NTT sendiri telah menyiapkan skim Kredit Mikro Merdeka, untuk besaran lahan yang dikelola petani minimal 1 hektar dengan hitungan pembiayaan kurang lebih Rp10 Juta.
Dengan skema pembiayaan ini, maka dapat dipastikan bahwa kapasitas produksi akan melampaui hasil panen yang diperoleh dari pola tanam biasa.
“Pola tanam biasa 5 ton per hektar, maka eksositem ini diprediksi menghasilkan minimum 8 ton per hektar. Dengan hitungan teknis ini, maka tidak ada masalah bagi akses keuangan maupun pembiayaan, serta pelunasan kredit,” kata Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho dalam Bimtek Daring Strategi dan Upaya Peningkatan Produksi Jagung di NTT, Rabu 19 Januari 2022.





Tinggalkan Balasan