“Kita juga bisa kontrak petani-petani dari luar untuk sekaligus dilakukan transfer knowledge, skills, dan culture, agar merangsang petani kita mengadopsi pola pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam proses pengembangan SDM melalui pola petani pelopor ini, akan dibiayai sepenuhnya oleh dana CSR atau Corporate Social Responsibility dari beberapa perusahaan.
Dirut Bank NTT juga berharap agar beberapa pihak lainnya seperti PLN juga ikut serta dan dimasukan dalam ekosistem program TJPS demi tercapainya visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera.
60.000 Hektar Lahan Jagung
Semetara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Lecky Frederich Koli mengatakan di musim tanam pertama tahun 2022, akan ditanam jagung di atas lahan seluas 2.500 hektar.
“Sampai dengan hari ini yang sudah kita tanam adalah 1.127 hektar. Sisanya akan diselesaikan sampai bulan Maret, khususnya di Sumba Barat Daya dan Manggarai Timur serta di Belu, TTU dan TTS,” kata Kadis Lecky Koli.
Ia menyebut, sumber pembiayaan untuk pelaksanaan program TJPS pada awal tahun ini berasal dari Kredit Merdeka Bank NTT dan Off taker. Sedangkan dari KUR Bank Himbara belum ada.





Tinggalkan Balasan