Para petani pelopor akan dikembangkan sumber daya manusianya dalam bidang pertanian melalui program magang.
Dalam program ini, Bank NTT bersama pemerintah akan melakukan transformasi sistem pertanian dari pola konvensional menjadi pola industri.
“Ketika rekrutmen petani-petani yang masuk dalam ekosistem ini, kita memastikan bahwa masalah administrasi kependudukan sudah tidak menjadi kendala bagi akses petani ke lembaga pembiayaan,” kata Dirut Alex Riwu Kaho.
Persoalan-persoalan sederhana seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP harus bisa diminimalisir sejak dini. Petani harus bisa bebas dari persoalan KK dan KTP demi kemudahan dalam mengakses pembiayaan.
Dalam hal ini, Dirut Bank NTT meminta agar para petani tidak hanya dimudahkan dalam mengakses pembiyaan, tetapi dari sisi pelayanan publik pun harus dimudahkan oleh pemerintah.
Dirut Bank NTT menyarankan agar perlu dilakukan perekrutan terhadap petani pelopor dari beberapa tempat yang sudah terbukti maju dalam industri jagung baik di NTB, Jawa Timur maupun di Jawa Tengah.





Tinggalkan Balasan