Kupang, KN – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Frederik Benu, memberikan klarifikasi terkait polemik penutupan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Biokesmas) Provinsi NTT.
Laboratorium Biokesmas diresmikan Menteri Kesehatan RI dan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat pada 16 Oktober 2020 lalu, dengan menggunakan fasilitas Rumas Sakit Undana Kupang sebagai lokasi operasional lab.
Rektor Undana Kupang, Prof. Frederik Benu, mengatakan, dirinya sama sekali tidak berniat untuk memberhentikan operasional laboratorium, yang disebut sebagai laboratorium masyarakat itu.
Dia menyebut, Undana Kupang tidak memiliki otoritas untuk memberhentikan operasional laboratorium. Justru pihaknya mendapatkan teguran dari Pemerintah Kota Kupang untuk memberhentikan operasional lab, usai Dinas Kesehatan Kota Kupang memeriksa seluruh persyaratan lab.
“Saya tahu itu bukan otoritas saya. Tetapi Rektor Undana sudah ditegur, maka kemarin kami bersama Dinkes Kota Kupang dan Dinkes Provinsi NTT pergi untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Prof. Frederik Benu, Rabu 25 Agustus 2021 seperti dilansir dari video yang beredar di media sosial.



Tinggalkan Balasan