Oleh: RD. Hironimus Nitsae

Injil Yohanes : 6:1-15

Pada teks injil ini, kita bisa memahami 2 hal sebagaimana yang tertera dalam judul permenungan ini.

*Pertama*: Pesimisme kita. Setiap kita tidak lepas dari sikap pesimis manakala berhadapan dengan berbagai masalah dalam hidup. Kisah injil ini juga sebenarnya bicara kepada kita tentang kegelisahan atau bahkan pesimisme dari kalangan para murid. Filipus dan Andreas adalah salah satu contohnya.

Ketika mereka diperhadapkan pada problem keterbatasan makanan untuk lima ribu orang yang lapar, mereka malah membuat pernyataan kepada Yesus. Versi Filipus mengatakan tidak mungkin memberi makanan kepada orang sebanyak ini dengan bermodalkan 200 dinar (seharga gaji para pekerja dalam hitungan per-tahun). Sementara Andreas dengan nada yang kurang lebih hampir sama mengatakan tidak mungkin 5 roti dan dua ekor ikan dari seorang anak kecil ini mampu mengenyangkan orang dengan jumlah sebanyak ini.

Dari pernyataan 2 murid ini kita bisa pahami problem besar mereka adalah soal pesimisme mereka akan kekurangan luar biasa yang akan dialami ketika 200 dinar atau 5 roti dan dua ekor ikan diberi ke lima ribu orang.