Bacaan
Kel 3:1-8a, 13-15
1Kor 10: 1-6.10-12
Luk 13: 1-9
Adalah seorang tokoh spiritual Perjanjian Lama, Musa namanya. Ia selalu tampil beda oleh karena Allah menggunakan pribadinya sebagai ‘alat’ untuk menunjuk kehadiran Tuhan. Dengan demikian Musa dipakai oleh Allah untuk membuat kehadiran Allah dapat dirasakan dan dialami oleh orang-orang Israel. Apa artinya Musa menjadi alat Tuhan? Musa menjadi perantara Allah dan bangsa Israel.
Karena itulah Musa selalu tampil sebagai pribadi yang berkenan di hadapan Allah dan sangat dicintai oleh bangsanya. Apa yang dialami oleh Musa bersama Umat Perjanjian Lama, kini menjadi sangat lengkap dengan kehadiran Kristus bersama umat Perjanjian Baru, yakni kita semua. Kunci kehadiran Musa selalu bergema dalam kata-kata: agar orang Isarel sudi membuka telinga dan hati untuk mendengar suara Allah dan dengan demikian mengalami Allah dalam hidup mereka setiap hari.
Selama masa puasa, suara yang sama selalu dapat didengar di mana-mana, agar kita membuka mata dan hati. Dengan demikian kita mampu mendengar suara Tuhan, terlebih seruan untuk ‘tetap hidup berkenan’ di hadapan Allah. Salah satu langkah penting untuk hal itu adalah PERTOBATAN. Kita perlu bertobat, agar kita sanggup menjadikan kehadiran kita sebagai sesuatu yang dapat menyelamatkan orang lain.



Tinggalkan Balasan