Saudara dan saudariku terkasih! Kitab Keluaran dalam bacaan pertama melukis panggilan Musa melalui ‘semak bernyala’, yang adalah simbol ‘pangillan Musa’ itu sebagai prakarsa Allah sendiri atau inisiatif ilahi dari pihak Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel. Itu artinya, atas cara Tuhan sendiri, anda yang sedang membaca renungan ini juga dipilih Allah untuk menjadi ‘alat Tuhan’ dalam kehidupan keluarga dan komunitas, dalam berbagai kegiatan di tengah masyarakat umum. Anda hari ini dipanggil untuk menjadi saksi kebenaran, menjadi pewarta Kasih Tuhan, menjadi ‘rasul cinta’ bagi setiap orang yang anda jumpai hari ini. Itu artinya apa? Kehadiranmu sebagai ‘alat Tuhan’ akan memberi sesuatu yang bemakna bagi orang yang lain: Kehadiran yang sungguh-sungguh menyelamatkan!
Dalam bacaan kedua, Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus mengingatkan kita akan hakekat Allah sebagai ‘Tuhan sejarah’, yakni Tangan KasihNya yang selalu dan terus berkarya dalam sejarah bangsa terpilih. Selama masa puasa ini juga Tuhan yang sama selalu mengingatkan kita bahwa Allah senantiasa dekat dan terlibat dalam seluruh kehidupan dan karya kita agar kita siap mengalamiNya sebagai ‘rekan sejati’ dalam perjalanan hidup ini.



Tinggalkan Balasan