Dalam bacaan kedua, Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus mengingatkan kita akan hakekat Allah sebagai ‘Tuhan sejarah’, yakni Tangan KasihNya yang selalu dan terus berkarya dalam sejarah bangsa terpilih. Selama masa puasa ini juga Tuhan yang sama selalu mengingatkan kita bahwa Allah senantiasa dekat dan terlibat dalam seluruh kehidupan dan karya kita agar kita siap mengalamiNya sebagai ‘rekan sejati’ dalam perjalanan hidup ini.
Kesulitan paling ngeri pada jaman sekarang adalah ketika kita mulai bimbang dan tidak percaya akan Tuhan yang selalu ada dalam sejarah kehidupan kita. Berbagai persoalan dan tantangan dapat berlipat ganda dan kita mulai berada di ambang kecelakaan justru ketika kita tidak percaya sungguh-sungguh bahwa Allah ada dalam hati kita untuk meyakinkan kita mengenai ‘Dia yang selalu berada di samping kita”; Dia yang selalu berada di belakang kita untuk membimbing; Dia yang selalu berada di depan untuk menunjuk jalan yang benar; Dia yang senantiasa siap untuk melengkapi hasil pekerjaan kita yang masih kurang; dan Dia yang selalu dengan Tangan KasihNya yang ilahi membaharui iman dan penghartapan kita padaNya.
Santo Lukas dalam bacaan Injil hari ini menekankan pertobatan untuk bebas dari kebinasaan. Bukti pertobatan selalu ditunjuk dengan berada dekat Tuhan, yang ibarat seseorang selalu tinggal di tepi air, sehingga dapat menghasilkan buah berlimpah. Karena itu, semua kita hari ini dipanggil untuk menjadi alat keselamatan, menjadi alat kebahagiaan, alat damai dan sukacita, alat ‘hidup jujur’ di tempat ada tipu muslihat, alat yang selalu siap melayani di tempat tidak ada sikap rendah hati’; hari ini setiap kita diundang untuk menjadi alat segala sesuatu yang baik dan terpuji.
Saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus! Pandanglah hamba Tuhan, Mgr Gabriel Manek SVD yang kujadikan tokoh spiritual yang senantiasa memberi ‘air segar’ dan ‘air kehidupan’ bagi renungan selama ini. Prakarsa Allah sendiri telah memanggil Uskup Orang Miskin ini menjadi saksi kekayaan Kasihnya yang lestari. Sabda yang telah menjelma dan menjadi manusia telah meneguhkan hati Uskup Kenosis Mgr Gabriel Manek untuk menjadi ‘saksi otentik’ yang telah ‘menghadirkan Kasih Allah kepada orang-orang terlantar dan miskin.







Tinggalkan Balasan