Sementara di bagian awal Yesus sekaligus ‘mencobai’ mereka untuk mengetahui sejauh mana tiap murid menghadirkan Yesus dalam tiap pengalaman rohani hidup mereka. Ternyata, sikap pesimis bahkan tidak percaya masih sangat dominan termasuk untuk kita saat ini sekalipun mita mengatakan sebagai orang yang ‘mengikuti Yesus’.
*Kedua*: Syukur. Yesus memperlihatkan sebuah ‘kondisi’ yang sudah sangat biasa dilihat dan dialami sebagai bukti yang terjadi si depan mata para murid. Kondisi yang selalu terlihat di depan mata para murid adalah *syukur*. Syukur yang ditunjukan Yesus tak semata tentang sesuatu yang ‘megah’ tetapi malah bertolak dari hal-hal sederhana yang untuk saat ini juga mulai kehilangan makna dam diri segelintir orang yang mengimani Tuhan dimulai dari hal yang terlanjur besar.
Dari sini pun, kita belajar bahwa kita juga adalah orang-orang yang kadang baru mau percaya saat semua sudah terbukti. Sementara rahmat Tuhan perlu juga disyukuri karena ada banyak hal lain yang terbukti walau tidak terlihat secara mata fisik.



Tinggalkan Balasan