Menyadari adanya tenggat waktu yang ketat dari pusat, Wali Kota Kupang menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah terkait untuk bergerak taktis dan intens menjalin komunikasi dengan PLN.

“Kita berpacu dengan waktu. Jangan sampai momentum pembangunan infrastruktur modern ini hilang hanya karena urusan off-taker terlambat. Saya minta semua pihak bergerak cepat,” tegas Christian.

Melalui kemitraan ini, Pemkot Kupang optimistis TPST Alak bisa segera dibangun sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah kota yang modern, sekaligus menyokong pasokan energi bersih yang ramah lingkungan di NTT.

Dalam audiensi tersebut, Pandu Setyo Wibowo didampingi oleh Team Leader Lingkungan PLN, Wawan Andhika. Sementara Wali Kota Kupang didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Ignasius Repelita Lega, SH., Staf Ahli Wali Kota, Daud Noftianus Nafi, S.STP., M.M., bersama sejumlah kepala jajaran dinas terkait. (agn)