KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang tengah menjajaki sinergi strategis dengan PT PLN (Persero) Unit Pembangkitan Wilayah Nusa Tenggara Timur (UPW NTT). Kolaborasi ini dirancang untuk memanfaatkan hasil olahan sampah dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Alak sebagai bahan bakar alternatif bagi PLTU Bolok.
Rencana besar tersebut dibahas langsung dalam audiensi antara pimpinan PT PLN (Persero) UPW NTT dan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Ruang Kerja Wali Kota pada Selasa (2/6).
Dalam pertemuan itu, dr. Christian Widodo menjelaskan bahwa proyek pembangunan TPST Alak disokong penuh oleh Kementerian PUPR. Kendati demikian, pemerintah pusat menetapkan syarat mutlak yang harus dipenuhi daerah, yakni kepastian adanya pihak pembeli atau penampung (off-taker) hasil akhir pengolahan sampah tersebut.
“Perencanaan TPST sudah mendekati final dan pusat siap membantu pembangunannya. Namun, syarat wajibnya harus ada off-taker. Oleh karena itu, kami menjajaki kerja sama dengan PLN agar PLTU Bolok bisa menyerap produk ini sebagai bahan bakar alternatif,” ungkap Wali Kota Kupang.





Tinggalkan Balasan