Kota Kupang yang kini memperingati ulang tahun ke-140 sekaligus hari jadi ke-30 sebagai daerah otonom, tidak lepas dari kontribusi besar jemaat gereja.

“Saya sadar betul banyak tangan yang telah bekerja membantu, banyak cinta yang tak pernah padam, dan banyak semangat yang tak pernah lelah. Gereja ini telah melahirkan banyak tokoh: dokter, profesor, ASN, dan para pelayan masyarakat yang bersumbangsih bagi pembangunan, ekonomi, sosial, dan budaya di Kota Kupang,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang secara resmi menutup perayaan malam budaya tersebut. Baik Wali Kota maupun Ketua Sinode berharap agar di tahun-tahun mendatang, nilai-nilai positif dari Bulan Budaya ini terus dihidupi dan membawa energi baru yang mempererat tali persaudaraan antarwarga tanpa memandang perbedaan eklesiologikal maupun etnis. (agn)