Pancasila Nyata dalam Kehidupan Berjemaat dan Bermasyarakat
Senada dengan Ketua Sinode, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi GMIT Maranatha Oebufu dalam merawat tradisi. Bagi dr. Christian, perayaan budaya selama satu bulan penuh ini merupakan ejawantah atau bukti nyata dari pengamalan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.
“Pancasila itu bukan hanya dihafal di sekolah-sekolah atau diucapkan saat upacara, tapi dia harus hidup nyata dalam cara kita memperlakukan sesama. Melalui event budaya ini, warga yang tadinya renggang atau belum saling kenal, berkumpul bersama, panitia bekerja keras, dan di situlah terbentuk persaudaraan,” ungkap dr. Christian.
Wali Kota juga mengajak seluruh warga Kota Kupang untuk bangga karena rahim Pancasila sendiri lahir di bumi Nusa Tenggara Timur, tepatnya saat Bung Karno merenungkan nilai-nilai luhur bangsa di bawah pohon sukun di Kota Ende.
Apresiasi Pemerintah atas Kontribusi GMIT
Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian Widodo menyampaikan limpah terima kasih yang mendalam dari pemerintah kota kepada seluruh jemaat GMIT Maranatha Oebufu.
Kota Kupang yang kini memperingati ulang tahun ke-140 sekaligus hari jadi ke-30 sebagai daerah otonom, tidak lepas dari kontribusi besar jemaat gereja.
“Saya sadar betul banyak tangan yang telah bekerja membantu, banyak cinta yang tak pernah padam, dan banyak semangat yang tak pernah lelah. Gereja ini telah melahirkan banyak tokoh: dokter, profesor, ASN, dan para pelayan masyarakat yang bersumbangsih bagi pembangunan, ekonomi, sosial, dan budaya di Kota Kupang,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang secara resmi menutup perayaan malam budaya tersebut. Baik Wali Kota maupun Ketua Sinode berharap agar di tahun-tahun mendatang, nilai-nilai positif dari Bulan Budaya ini terus dihidupi dan membawa energi baru yang mempererat tali persaudaraan antarwarga tanpa memandang perbedaan eklesiologikal maupun etnis. (agn)



Tinggalkan Balasan