KUPANG, KN – Perayaan Bulan Budaya yang digelar oleh Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Maranatha Oebufu resmi ditutup. Acara penutupan yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, serta Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandi, S.Th.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga ruang refleksi historis dan kultural mengenai bagaimana gereja dan budaya lokal saling membentuk identitas masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
Refleksi Sejarah: Injil dan Dialektika Budaya di NTT
Dalam sambutannya, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandi, S.Th., menggarisbawahi bahwa perancangan Bulan Budaya GMIT merupakan sebuah upaya untuk menggali kembali identitas yang sempat tenggelam.
Ia memaparkan kilas balik sejarah masuknya Kristen Protestan di NTT yang dimulai sejak tahun 1613 melalui kehadiran VOC, yang kemudian diteruskan oleh Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) dan Indische Kerk.
“Itu adalah cikal bakal adanya GMIT yang pusatnya ada di Kota Kupang, lalu berkembang ke Babau, Oesapa, dan tujuh jemaat lain, termasuk salah satunya adalah GMIT Maranatha Oebufu,” ujar Pdt. Samuel.
Namun, ia tidak menampik adanya catatan sejarah yang kelam, di mana pada masa lalu kehadiran Injil sering kali dicurigai, mengesampingkan, bahkan membuang budaya lokal karena kepentingan dagang dan ekonomi kolonial Belanda. Baru pada tahun 1947, saat GMIT mandiri, gereja mulai berani mencari bentuknya sendiri, lepas dari bayang-bayang pengaruh gereja Belanda maupun Swiss (Calvinis).
Pdt. Samuel menegaskan bahwa perayaan Bulan Budaya ini menjadi momen penting bagi gereja untuk menyadari kontribusi besar nilai-nilai budaya dalam memperkuat persekutuan. Ia berpesan agar perbedaan budaya dan ras tidak dibesar-besarkan, melainkan dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh.
Ia juga mencontohkan bagaimana keterbukaan jemaat GMIT dalam menerima keragaman kini telah membuat GMIT bertumbuh pesat menjadi “GMIT Nusantara”, yang jemaatnya tersebar hingga ke Surabaya, Batam, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, bahkan di Sarawak, Malaysia dan Brunei.
Pancasila Nyata dalam Kehidupan Berjemaat dan Bermasyarakat
Senada dengan Ketua Sinode, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi GMIT Maranatha Oebufu dalam merawat tradisi. Bagi dr. Christian, perayaan budaya selama satu bulan penuh ini merupakan ejawantah atau bukti nyata dari pengamalan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.
“Pancasila itu bukan hanya dihafal di sekolah-sekolah atau diucapkan saat upacara, tapi dia harus hidup nyata dalam cara kita memperlakukan sesama. Melalui event budaya ini, warga yang tadinya renggang atau belum saling kenal, berkumpul bersama, panitia bekerja keras, dan di situlah terbentuk persaudaraan,” ungkap dr. Christian.
Wali Kota juga mengajak seluruh warga Kota Kupang untuk bangga karena rahim Pancasila sendiri lahir di bumi Nusa Tenggara Timur, tepatnya saat Bung Karno merenungkan nilai-nilai luhur bangsa di bawah pohon sukun di Kota Ende.
Apresiasi Pemerintah atas Kontribusi GMIT
Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian Widodo menyampaikan limpah terima kasih yang mendalam dari pemerintah kota kepada seluruh jemaat GMIT Maranatha Oebufu.
Kota Kupang yang kini memperingati ulang tahun ke-140 sekaligus hari jadi ke-30 sebagai daerah otonom, tidak lepas dari kontribusi besar jemaat gereja.
“Saya sadar betul banyak tangan yang telah bekerja membantu, banyak cinta yang tak pernah padam, dan banyak semangat yang tak pernah lelah. Gereja ini telah melahirkan banyak tokoh: dokter, profesor, ASN, dan para pelayan masyarakat yang bersumbangsih bagi pembangunan, ekonomi, sosial, dan budaya di Kota Kupang,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang secara resmi menutup perayaan malam budaya tersebut. Baik Wali Kota maupun Ketua Sinode berharap agar di tahun-tahun mendatang, nilai-nilai positif dari Bulan Budaya ini terus dihidupi dan membawa energi baru yang mempererat tali persaudaraan antarwarga tanpa memandang perbedaan eklesiologikal maupun etnis. (agn)





Tinggalkan Balasan