KUPANG, KN – Perayaan Bulan Budaya GMIT Maranatha Oebufu tidak hanya menjadi panggung pelestarian tradisi dan refleksi iman, tetapi juga penggerak roda ekonomi jemaat.
Selama gelaran berlangsung, halaman gereja disulap menjadi pasar rakyat yang menghidupkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, membuktikan bahwa gereja mampu hadir sebagai ruang pemberdayaan ekonomi kreatif bagi warganya.
Pemuda Gereja Mengambil Peran: Kreativitas Kuliner Lokal
Di antara deretan stan yang memadati area festival, lapak milik pemuda jemaat Pedamai menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Dipimpin oleh Ade Kolimon bersama rekan-rekan pemudanya, mereka menjajakan aneka olahan pangan, mulai dari kesegaran es buah hingga panganan tradisional khas Nusa Tenggara Timur, Jagung Bose.
Ade mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya yang besar terhadap inisiatif gereja dalam memfasilitasi ruang usaha ini. Menurutnya, acara seperti Bulan Budaya memberikan dampak konkret yang langsung dirasakan oleh generasi muda gereja.





Tinggalkan Balasan