Melalui semangat kebudayaan ini, jemaat diajak untuk senantiasa membangun persekutuan yang rukun dengan penuh rasa cinta, serta menyerahkan seluruh rangkaian acara malam tersebut ke dalam tangan Tuhan Yesus.

Apresiasi juga datang dari generasi muda gereja yang mengikuti rangkaian acara sejak awal. Aldi, salah satu pemuda jemaat GMIT Maranatha Oebufu yang hadir, mengungkapkan kebanggaannya.

“Sebagai pemuda, kami merasa bangga karena melalui Bulan Budaya ini kami bisa lebih mengenal dan mencintai identitas serta budaya kami sendiri. Semoga ruang-ruang kreativitas budaya seperti ini terus dipertahankan agar generasi muda tidak kehilangan jati dirinya,” ujar Aldi singkat di sela-sela acara penutupan. (agn)