Dalam khotbah dan refleksinya, Pdt. Flora F. Welvart-Manafe, S.Th., menyampaikan bahwa keberagaman latar belakang suku di dalam jemaat justru menjadi berkah serta kekuatan yang mempersatukan.
“Perbedaan yang ada membuat jemaat GMIT Maranatha Oebufu kaya. Kaya akan orang-orangnya, ilmu dan pengetahuannya, talenta, dan terlebih kaya akan iman kepada Yesus Kristus,” ungkap Pdt. Flora.
Ia menambahkan bahwa momentum Bulan Budaya yang ditetapkan oleh Sinode GMIT ini menjadi ruang bagi setiap etnis untuk mempersembahkan karya terbaik bagi kemuliaan nama Tuhan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th., mengingatkan jemaat untuk terus merawat warisan leluhur yang sarat akan nilai-nilai luhur.
“Kiranya semua karya budaya yang telah kita persembahkan sepanjang Bulan Budaya tahun ini, yang telah diajarkan oleh orang tua kita sejak berabad-abad yang lalu, mari kita jaga dan pelihara karena itu semua datangnya dari Tuhan,” pesan Pdt. Yusuf sembari menekankan pentingnya mengelola anugerah ragam budaya ini dengan hikmat Tuhan.





Tinggalkan Balasan