“Ilmu membentuk pola pikir yang kritis dan rasional, sementara seni membentuk kepekaan rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Ketika keduanya berjalan bersama, akan lahir insan akademik yang utuh,” ungkap Rektor UNWIRA tersebut.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum ini sebagai ruang belajar, berkompetisi secara sehat, serta berani berpikir besar demi menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas.

Sebagai wadah pengembangan diri, PISMA X tahun ini menyuguhkan berbagai perlombaan bergengsi yang mencakup bidang intelektual, digital, hingga pelestarian budaya. Beberapa kompetisi yang digelar antara lain:

  • Debat ilmiah
  • Inovasi digital
  • Business plan (rencana bisnis)
  • Perlombaan seni dan budaya

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya akademik dan kreativitas di lingkungan kampus UNWIRA terus menguat, sekaligus melahirkan inovator-inovator muda yang siap membangun Kota Kupang ke depan. (*)