“Ketika teknologi dipadukan dengan budaya, maka akan lahir karya-karya besar yang mampu bersaing secara global. Mahasiswa harus mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan global melalui inovasi dan kreativitas,” ujar Serena.

Ia juga berpesan agar generasi muda Kupang dan NTT pada umumnya bisa memberikan kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan daerah, bukan sekadar menjadi pengkritik situasi.

“Jadilah pencipta perubahan, bukan sekadar penumpang perubahan. Kota Kupang dan NTT membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi, bukan hanya mengkritik keadaan,” tegasnya.

Membentuk Insan Akademik yang Utuh

Senada dengan hal tersebut, Rektor UNWIRA Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, menegaskan bahwa PISMA bukan sekadar agenda tahunan biasa. PISMA merupakan ruang strategis untuk membangun kreativitas, intelektualitas, solidaritas, serta karakter generasi muda yang tangguh.

Pater Stefanus menjelaskan bahwa PISMA menggabungkan dua kekuatan besar manusia, yaitu ilmu pengetahuan dan seni.