Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Kota Kupang Johny Luther Sau, pimpinan perangkat daerah, Camat Maulafa, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. Peresmian ini diharapkan menjadi momentum bagi warga Fatukoa untuk semakin bangga dan peduli menjaga keindahan lingkungan di wilayah perbatasan.

Pilihan nama “Pilu Tuan” dan pembangunannya yang bersifat swadaya menunjukkan tingkat kesadaran kolektif warga Fatukoa yang sangat tinggi terhadap identitas wilayah. Bagi Pemkot, ini adalah modal sosial yang besar untuk mendukung program-program partisipatif di masa depan. (*agn)