Perusahaan juga menekankan pemberdayaan UMKM melalui konsep One Village One Product (OVOP) serta peningkatan kualitas SDM agar mampu bersaing di sektor pariwisata internasional.
Saat ini, Labuan Bajo berkembang sebagai pusat wisata bahari di Indonesia Timur dengan lebih dari 700 kapal wisata dan sekitar 500 ribu kunjungan wisatawan per tahun, dengan 30 persen di antaranya wisatawan mancanegara. Sektor ini tumbuh sekitar 22 persen, namun masih menghadapi kendala akses wisatawan menuju kapal.
Karena itu, pembangunan terminal wisata terpadu dinilai penting untuk mengintegrasikan layanan pelabuhan, bandara, dan aktivitas wisata dalam satu sistem perjalanan yang lebih efisien.
Menanggapi hal tersebut, Melki menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus berbasis keberlanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya sangat mendukung pengembangan sektor pariwisata. Namun harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mendorong peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan UMKM,” tegasnya.





Tinggalkan Balasan