Festival Budaya Naimata: UMKM Tumbuh, Anak TK Tampilkan Fashion Show Busana Adat

Hendrikus Banunaek. (Foto: Agn/Koranntt.com)

Kupang, KN — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang sekaligus hari jadi sebagai daerah otonom pada 2026, Kelurahan Naimata menggelar Festival Budaya dan Fashion Show tingkat Taman Kanak-Kanak (TK).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis (23/4) hingga Jumat (24/4), ini mengusung tema “Mencintai Budaya Lokal di Naimata.”

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan dihadiri Asisten II Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, Plt. Camat Maulafa Immanuel Ully, serta sejumlah tokoh masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari ramainya kehadiran masyarakat yang memadati lokasi acara untuk menyaksikan berbagai pertunjukan tarian daerah sebagai pembuka.

Lurah Naimata, Hendrikus Banunaek, SH, M.Hum, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil koordinasi antara pihak kelurahan dan Pemerintah Kota Kupang sebagai upaya membangkitkan kembali kecintaan terhadap budaya lokal di tengah masyarakat.

“Kami ingin semangat menjaga eksistensi budaya tetap hidup. Selain menyambut HUT Kota Kupang, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga akan mencapai puncaknya melalui lomba fashion show yang melibatkan anak-anak usia dini.

Sementara itu, Plt. Camat Maulafa, Immanuel Ully, mengapresiasi konsistensi Kelurahan Naimata dalam menyelenggarakan kegiatan budaya yang dinilai memberikan dampak luas bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Kupang Pantau Operasi Protokol Kesehatan Kasih

“Ada tiga tujuan utama dari kegiatan ini, yakni mendorong pertumbuhan UMKM lokal, melestarikan kearifan budaya, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga,” jelasnya.

Ia juga menilai adanya peningkatan kualitas penyelenggaraan dibandingkan tahun sebelumnya. “Durasi kegiatan semakin bertambah, ini menunjukkan kemajuan yang sangat baik,” tambahnya.

Keunikan festival ini terlihat dari keberagaman busana yang ditampilkan. Meski mengangkat tema budaya lokal, peserta tidak hanya mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Papua. Hal ini mencerminkan Kelurahan Naimata sebagai wilayah yang heterogen dengan semangat toleransi yang kuat.

Ketua Panitia, Yusman Taklal, bersama Sekretaris Edi Charles Barros, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dengan dukungan penuh masyarakat.

Puncak acara pada hari kedua dipastikan akan semakin semarak dengan penampilan anak-anak TK yang akan memamerkan busana adat dan tenun khas di atas panggung.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda sejak dini. (agn/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS