Pemkot Kupang Sukses Kawal Festival Paskah GMIT, Simbol Toleransi dan Kebangkitan UMKM

Obor perdamaian tiba di titik akhir dan diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Chris Widodo. (Foto: Agn/Koranntt.com)

Kupang, KN – Penutupan Festival Paskah di pelataran Gereja GMIT Kota Kupang menjadi bukti nyata keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam merawat tenun kebangsaan.

Di bawah kepemimpinan dr. Christian Widodo dan Serena Francis, festival keagamaan ini bertransformasi menjadi ruang inklusif yang menyatukan masyarakat lintas agama melalui penguatan ekonomi kreatif.

Peran aktif jajaran Pemkot Kupang dalam mendukung penuh kegiatan Jemaat GMIT Kota Kupang mendapat apresiasi luas dari warga. Tidak hanya sekadar seremoni, kehadiran pemerintah dirasakan langsung melalui geliat UMKM yang tertata rapi di sepanjang lokasi acara.

Salah satu warga yang hadir mengungkapkan kepuasannya terhadap gaya kepemimpinan sang Walikota yang dinilai seimbang antara estetika kepemimpinan dan hasil kerja nyata.

“Tidak hanya Walikota yang ganteng, tapi kerjanya juga ganteng. UMKM di sini sangat maju. Kupang benar-benar menjadi kota toleransi di bawah pimpinan dr. Christian dan Ibu Serena,” ujar Febby, pengunjung festival tersebut.

Keberhasilan Pemkot Kupang tercermin dari keterlibatan pelaku usaha yang tidak memandang latar belakang keyakinan. Festival Paskah kali ini diramaikan oleh pedagang dari komunitas Muslim yang turut merasakan dampak ekonomi positif dari acara ini. Hal ini mempertegas predikat Kupang sebagai Kota Toleransi di mana pemerintah hadir memberikan ruang yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Buka Mukerda Gereja Anugerah Bethesda Tahun 2022

Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen tersebut, panitia penyelenggara memberikan cinderamata khusus kepada Walikota dan Wakil Walikota Kupang di sela-sela prosesi penutupan.

Puncak acara ditandai dengan tibanya Obor Perdamaian yang telah diarak sejak bulan Maret dari Kabupaten Belu. Obor ini akan disimpan di GMIT Kota Kupang sebelum diberangkatkan menuju Titik Nol Rote Ndao pada 9 April mendatang.

Dalam sambutannya, Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan pentingnya menjaga api persaudaraan agar terus menyala melampaui batas wilayah administratif.

“Cahaya obor perdamaian ini akan kita jadikan semangat untuk terus menyala tidak hanya sampai di Kota Kupang, tetapi juga sampai nanti di Rote dan menyala untuk seluruh NTT dan Indonesia,” tegas dr. Christian Widodo.

Sepanjang acara yang berlangsung hingga sore hari, suasana tetap semarak dipandu oleh trio MC, Putri, Feby dan Riko. Kolaborasi antara kebijakan pemerintah yang suportif dan antusiasme jemaat GMIT Kota Kupang menciptakan atmosfer yang penuh energi, memastikan pesan perdamaian tersampaikan dengan sempurna kepada seluruh masyarakat yang hadir.

Dengan berakhirnya festival ini, Pemkot Kupang kembali menegaskan posisinya sebagai motor penggerak keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia. (agn/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS