Keberhasilan Pemkot Kupang tercermin dari keterlibatan pelaku usaha yang tidak memandang latar belakang keyakinan. Festival Paskah kali ini diramaikan oleh pedagang dari komunitas Muslim yang turut merasakan dampak ekonomi positif dari acara ini. Hal ini mempertegas predikat Kupang sebagai Kota Toleransi di mana pemerintah hadir memberikan ruang yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen tersebut, panitia penyelenggara memberikan cinderamata khusus kepada Walikota dan Wakil Walikota Kupang di sela-sela prosesi penutupan.
Puncak acara ditandai dengan tibanya Obor Perdamaian yang telah diarak sejak bulan Maret dari Kabupaten Belu. Obor ini akan disimpan di GMIT Kota Kupang sebelum diberangkatkan menuju Titik Nol Rote Ndao pada 9 April mendatang.
Dalam sambutannya, Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan pentingnya menjaga api persaudaraan agar terus menyala melampaui batas wilayah administratif.
“Cahaya obor perdamaian ini akan kita jadikan semangat untuk terus menyala tidak hanya sampai di Kota Kupang, tetapi juga sampai nanti di Rote dan menyala untuk seluruh NTT dan Indonesia,” tegas dr. Christian Widodo.





Tinggalkan Balasan