Ia juga mengapresiasi “hati nurani” para kepala daerah di NTT yang sepakat mempertahankan tenaga PPPK. “Ini bentuk tanggung jawab moral yang luar biasa dalam menjaga pelayanan publik,” pujinya.
Gubernur NTT: Solusi di Tangan Tiga Menteri
Menutup debat panjang tersebut, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena, memberikan pandangan yang pragmatis namun strategis. Ia menilai solusi atas krisis fiskal ini tidak memerlukan proses legislasi yang panjang di DPR.
”Cukup kebijakan diskresi bersama antara Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri PAN-RB. Ruang diskresi ini sudah pernah ada, dan sekarang saatnya diterapkan kembali demi menjawab kebutuhan daerah,” tegas Melki.
Gubernur juga mendorong kolaborasi lintas sektor, terutama pada optimalisasi pajak kendaraan bermotor yang potensinya masih menguap. Baginya, kehadiran Dirjen Kemendagri langsung ke Kupang adalah sinyal kuat bahwa pusat mulai mendengarkan denyut nadi daerah yang selama ini berjuang dalam sunyi. (*/ab)





Tinggalkan Balasan