Ia menambahkan bahwa kemenangan sejati bukanlah tentang tidak pernah salah, melainkan keberanian untuk menyadari kesalahan dan memperbaikinya.
Selain itu, Wali Kota juga menyoroti makna keheningan dalam perayaan Nyepi yang akan dijalani umat Hindu. Menurutnya, keheningan adalah ruang refleksi yang penting dalam kehidupan. “Kalau hidup kita tidak pernah berhenti, tidak pernah memberi jeda, kita bisa ‘hang’ seperti handphone yang tidak pernah dimatikan. Keheningan itu penting agar hidup kita kembali bermakna,” ungkapnya dengan analogi sederhana yang disambut antusias hadirin.
Sementara itu, Wakil Ketua II PHDI Kota Kupang, I Gusti Ngurah Suarnawa, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Nyepi diawali dengan upacara Tawur Kesanga yang bertujuan menyucikan alam dan diri manusia serta menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Ia juga menegaskan bahwa pawai ogoh-ogoh merupakan simbol pembersihan diri dari sifat-sifat negatif seperti marah, iri, dan dengki, sebelum umat Hindu memasuki Catur Brata Penyepian selama 24 jam.





Tinggalkan Balasan