Potensi lain juga terlihat pada sektor peternakan dengan populasi ternak pada 2024 mencapai 41.202 ekor sapi, 38.976 ekor kerbau, 33.352 ekor kuda Sumba, 58.379 ekor kambing, dan 45.512 ekor babi. Sementara itu, produksi perikanan tangkap mencapai 10.202,29 ton dan produksi rumput laut sebesar 38.731,67 ton.

Bupati Umbu Lili juga menyoroti peran penting sektor UMKM dan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Produk unggulan lokal seperti tenun ikat Sumba yang telah dikenal hingga mancanegara, madu Sumba, kerajinan tangan, serta berbagai produk olahan pangan lokal memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Program One Village One Product (OVOP), OSOP, dan OCOP yang digagas oleh Gubernur NTT dinilai sejalan dengan program pembangunan daerah “Humba Sejahtera, Humba Mandiri, dan Humba Cerdas”.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi titik awal untuk memperkuat gerakan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

“Dari ladang, dari kandang, dari laut, dan dari tangan-tangan terampil masyarakat Sumba, kita membangun kesejahteraan yang bermartabat,” ujarnya.