Sementara itu, Bupati Umbu Lili Pekuwali mengungkapkan bahwa tren angka kemiskinan di Kabupaten Sumba Timur terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, persentase penduduk miskin di Sumba Timur pada 2025 tercatat sebesar 25,64 persen atau sekitar 70.350 jiwa, menurun dibandingkan 27,04 persen pada 2024.

“Meskipun mengalami penurunan, kita harus jujur mengakui bahwa angka ini masih menempatkan Sumba Timur sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi NTT,” ujarnya.

Selain kemiskinan, prevalensi stunting juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Data terakhir mencatat angka stunting di Sumba Timur berada pada kisaran 14,9 persen atau sekitar 3.303 balita.

Di sektor pertanian, produktivitas padi sawah pada 2024 mencapai 4,02 ton per hektar, sementara jagung mencapai 3,45 ton per hektar. Sumba Timur juga memiliki komoditas perkebunan unggulan seperti jambu mete dengan luas lahan 7.529 hektar, kelapa 2.003,5 hektar, kemiri 1.406,5 hektar, serta pinang 1.157,2 hektar dengan total produksi mencapai 7.640,10 ton pada 2024.