Menurutnya, penguatan ekonomi kerakyatan mencakup tiga aspek utama, yakni perencanaan, pengaturan, dan pengendalian produksi; hilirisasi produk; serta pendampingan bagi para pelaku usaha. Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada peningkatan literasi keuangan, akses permodalan, distribusi, dan pemasaran.

Pemerintah Provinsi NTT sendiri telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan NTT yang bertugas memperkuat pelaksanaan program prioritas daerah. Tim ini terbagi dalam lima kelompok yang fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, komunikasi pemerintahan, implementasi Dasa Cita, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penataan dan penanggulangan kemiskinan.

“Melalui tim ini diharapkan terjalin percepatan koordinasi, sinergi program, serta efektivitas pelaksanaan kebijakan pembangunan, sehingga berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur Melki.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam mengelola potensi ekonomi lokal secara optimal. Penguatan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pengembangan UMKM, akses permodalan, serta perluasan pasar diyakini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan dan stunting.