Performa Moncer, Jamkrida NTT Sumbang Dividen Rp7,5 Miliar

Plt. Dirut Jamkrida NTT, Dr. Frits Oskar Fanggidae. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – PT. Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Nusa Tenggara Timur (NTT) (Perseroda) resmi menyetor deviden senilai Rp7,5 miliar lebih kepada pemerintah Provinsi NTT.

Deviden tahun 2025 meningkat sedikit, dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2026, Jamkrida NTT ditargetkan untuk menyumbang deviden Rp15 miliar.

“Dalam rencana bisnis kita, laba bersih kita, diproyeksikan meningkat sampai Rp25 miliar. Supaya proporsi deviden yang akan kita serahkan ke Pemprov itu bisa mencapai 15 miliar,” kata Plt. Direktur Utama Jamkrida NTT, Dr. Frits Oskar Fanggidae kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan, pihaknya optimis mencapai deviden Rp15 miliar, mengingat pada tahun ini, Jamkrida NTT akan menerima tambahan penyertaan modal dari Pemprov NTT senilai Rp25 miliar.

“Inspektorat sudah audit dan sudah direkomendasikan bahwa Jamkrida NTT memenuhi syarat untuk menerima tambahan penyertaan modal,” ungkapnya.

Plt. Dirut juga menyampaikan, dengan tambahan penyertaan modal senilai Rp21 miliar, maka kapasitas penjaminan kredit Jamkrida NTT bisa bertambah sekitar Rp500 miliar.

“Sehingga total dengan ekuitas kita sekitar Rp185 miliar, maka kapasitas penjaminan kita bisa mencapai sekitar Rp5 triliun. Tahun 2025, realisasinya kita sudah mendekati Rp3,7 triliun. Sehingga di tahun 2026, dengan tambahan penyertaan modal, kemudian perluasan wilayah pelayanan kita, itu target bisnis kita bisa tercapai dengan baik,” jelasnya.

BACA JUGA:  Insiden Plafon Sekolah Roboh, Kajati NTT Siap Ambil Tindakan Tegas

Terkait pola ekspansi bisnis ke luar daerah, Dr. Frits menyatakan, Gubernur NTT sebagai pemegang saham pengendali ingin, agar Jamkrida NTT bisa melayani wilayah Maluku dan Maluku Utara.

“Kebetulan di dua provinsi ini belum ada Jamkrida. Sehingga khusus untuk penjaminan proyek APBD, bisa kita perluas ke sana,” ujar Dr. Frits.

Ia menegaskan, meski pihaknya berencana untuk membuka sayap ke Maluku dan Maluku Utara, namun semua proses penjaminan kredit khusus proyek akan dilakukan secara online.

“Jadi mereka tidak perlu datang ke sini untuk dapat sertifikat penjaminan. Tapi proses online, mereka sudah bisa print sendiri, sertifikat penjaminan di tempat masing-masing. Sehingga kalau kita bergeser ke Maluku, kita tidak perlu buat kantor cabang di sana. Semua nanti melalui kerja sama kita dengan Gapensi Maluku. Sama dengan di NTT,” ungkapnya.

Plt Dirut Jamkrida NTT, Dr. Frits Fanggidae menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya akan gaspol, untuk mencapai target-target yang sudah ditetapkan.

“Kita berharap tahun 2026 ini, betul-betul kita gas penuh. Sehingga, volume penjaminan naik, laba naik, dan target Rp15 miliar deviden itu bisa kita penuhi,” tandasnya. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS