Daerah  

Melki-Johni Serahkan Dana Hibah untuk Sejumlah Kelompok Umat Beragama di NTT

Perwakilan kelompok umat beragama, foto bersama Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, usai penyerahan secara simbolis dana hibah di aula rumah jabatan Gubernur NTT, Rabu (11/3/2026). (Foto: Dok. Biro Adpim)

Kupang, KN – Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma, menyerahkan bantuan dana hibah Gubernur NTT untuk sejumlah kelompok umat beragama di NTT.

Penyerahan dana hibah tahun anggaran 2026 ini, dirangkai dalam kegiatan Buka Puasa Bersama di rumah jabatan Gubernur NTT, Rabu (11/3/2026) malam.

Dalam catatan media ini, penyerahan simbolis dana hibah Gubernur NTT, masing-masing diberikan untuk Persatuan Umat Buddha Indonesia Provinsi NTT senilai Rp50 juta, umat Hindu senilai Rp50 juta, Sinode GMIT Kupang senilai Rp75 juta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) senilai Rp75 juta, Keuskupan Agung Kupang senilai Rp75 juta, dan untuk lembaga FKUB senilai Rp250 juta.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam sambutannya, mengajak umat Muslim untuk meneladani ketabahan dan kegigihan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Melki secara khusus menarik garis sejarah antara nilai-nilai Islam, toleransi di NTT, dan lahirnya ideologi bangsa.

“Waktu Bung Karno dibuang ke Ende, di titik itulah sebenarnya Republik ini berdiri. Di sana beliau berteman dengan umat Muslim, Pater Boumans yang Katolik, dan Riwu Ga yang Protestan. Dari perjumpaan lintas agama di Ende itulah, Pancasila lahir,” ujarnya.

Eks anggota DPR RI ini juga menegaskan bahwa, intisari dari Pancasila adalah Gotong Royong, yang juga menjadi fondasi dari tagline pembangunan pemerintahannya, “Ayo Bangun NTT”.

“NTT punya kontribusi luar biasa luar biasa bagi republik ini, yaitu Pancasila. Bung Karno bilang sendiri, ‘Saya menemukan Pancasila ketika dibuang di Ende.’ Itulah sumbangan berbagai umat beragama di Ende bagi republik ini,” tambahnya.

Waketum DPP Partai Golkar ini mengajak seluruh umat Muslim dan umat beragama lainnya untuk terus merawat hubungan baik ini demi kemajuan daerah. “Spirit kebersamaan adalah kunci untuk mengurus apa pun dengan baik di provinsi ini,” ungkapnya.

Ketua Umum MUI NTT, Muhammad Wongso, dalam sambutannya menekankan bahwa urusan kemasyarakatan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan rakyat.

BACA JUGA:  Dukungan Bunda Julie Hantar Mario Raih 2 Gelar Prestisius di Ajang Mister Manhunt 2023

Ia mengingatkan hadirin tentang hakikat kemanusiaan yang berasal dari akar yang sama.

“Kita semua tercipta dari Adam, dan terlahir dari rahim yang sama, Bunda Hawa,” ujar Muhammad Wongso.

Ia juga menyinggung pentingnya kepekaan sosial dengan mengutip teladan kepemimpinan Islam klasik dalam kisah Ali bin Abi Thalib tentang kewajiban memperhatikan tetangga yang kelaparan.

Terkait isu YBR yang sempat mencuat, Ketua MUI NTT mengajak seluruh umat untuk berdoa agar kejadian serupa tidak terulang kembali di Bumi Flobamora.

“Terima kasih, Bapak Gubernur. Dalam bahasa saya, Alhamdulillah. Dalam bahasa Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, Puji Tuhan,” pungkasnya. (rio/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS