Dampak Positif: Ruang Fiskal Lebih Sehat

Alfred menilai, jika belanja pegawai dijaga tidak melebihi 30 persen, maka akan muncul sejumlah dampak positif.
Pertama, meningkatkan efisiensi anggaran. Dengan proporsi belanja pegawai yang terkendali, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran ke sektor yang lebih produktif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Kedua, peningkatan belanja publik dan kualitas pelayanan. “Ruang fiskal yang lebih longgar memungkinkan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar lainnya ditingkatkan,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan ini juga mendorong kemandirian fiskal daerah, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, serta meminimalkan risiko korupsi akibat pembengkakan belanja rutin.

“Ini juga memaksa daerah melakukan penataan SDM agar lebih ramping namun tetap fungsional. Birokrasi harus efisien, tidak gemuk,” tambahnya.

Dalam jangka panjang, kondisi fiskal yang sehat dinilai akan meningkatkan kemampuan daerah menghadapi krisis serta membuka peluang investasi yang lebih besar.