Setelah itu, ibu guru Vince Aplugi meninggalkan kelas, dan mendengar bunyi benturan botol yang cukup keras di dalam kelas.

“Setelah itu guru kembali ke kelas, dan menanyakan siapa yang melempar botol. Salah satu siswi yakni Zivinia mengaku bahwa dirinya yang melempar,” jelasnya.

Dominikus mengatakan, setelah kejadian tersebut, siswi yang bersangkutan terlihat menangis dan mengeluhkan pusing. Teman-temannya berusaha menenangkan karena seluruh siswa mendapat teguran. Namun kondisi siswi itu kemudian memburuk dengan keluhan pusing, tangan dan kaki terasa dingin, hingga mengalami kejang.

Guru-guru lain dipanggil ke kelas dan wali kelas langsung menghubungi orang tua. Ayah siswi datang ke sekolah dan membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Di rumah sakit, siswi tersebut menyampaikan kepada orang tuanya bahwa dirinya dipukul oleh guru. Karena itu pihak kepolisian datang ke sekolah untuk meminta keterangan,” kata Dominikus.

Namun, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga lainnya, kondisi pusing yang dialami siswi disebut bukan akibat pemukulan. Pihak sekolah, kata Dominikus, telah berkoordinasi dengan orang tua untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.